Kamis, 11 November 2010

Manusia Kloning


Apakah kalian mengetahui bahwa sekarang manusia juga bisa di kloning seperti hewan ? 
Manusia sekarang dapat dibuat sama persis hanya saja generasinya yang berbeda melalui proses kloning . Dunia tidak akan kekurangan stok manusia super genius seperti Albert Einstein atau atlet handal sekelas Carl Lewis atau juga aktris sensual seperti Jennifer Lopez .

Namun apakah keberhasilan para ilmuan untuk mengkloning manusia akan menjadi batu cobaan terbesar bagi eksistensi ajaran Agama ? Benarkah ajaran Agama mengenai kelahiran dan penciptaan manusia dapat dicoret karena keberhasilan kloning manusia ? 
Terkadang Tuhan menguji iman manusia dengan memberikan keberhasilan - keberhasilan yang di luar batas kemampuan manusia . Namun bagi umat manusia yang sesat maka itu jadi percontohan dan mengatakan hal tersebut adalah kegagalan agama . Padahal manusia yang berhasil di kloning itu sama saja dengan manusia robot .

Lalu akankah kloning manusia sesukses kloning Domba Dolly yang dihendaki oleh berbagai pihak agar tidak berhasil ? Mungkinkah kloning manusia akan menjadi tindakan menghancurkan peradaban manusia ? Etis dan beragamakah tindakan para ilmuwan tersebut untuk menciptakan makhluk hidup tanpa melalui perkawinan seperti disebutkan dalam kitab suci ? Atau sebaliknya , apakah larangan dan kecaman dunia internasional terhadap kloning merupakan pengulangan sejarah seperti yang dialami Copernicus dan Galileo mengenai Heliosentris ?
Dimanakah keselaran antara sains dan agama ? Mungkinkah keberhasilan kloning manusia menjadi kegagalan agama dalam menerangkan gejala alam ? Bagaimana kita sebagai umat beragama menyikapi kloning manusia ? Apa yang dapat kita lakukan ? Perlukah mengecam kloning manusia ?
 
Proses Kloning

Berabad - abad lamanya mulai zaman prasejarah sampai sekarang ini setiap penemuan baru sebagai hasil teknologi dan ilmu pengetahuan selalu menghasilkan pertentangan mengenai dampak positif dan negatifnya .  Seperti penemuan api , kapak , mesin - mesin , alat - alat komunikasi , demikianpun dalam bidang bioteknologi ( rekayasa genetika ) selalu ada yang mendukung dan ada yang menentang . Tinggal tergantung pada kita manusia , apakah segi positifnya yang dikembangkan atau negatifnya ? Dalam perkembangannya mana yang lebih dominan , apakah segi positifnya atau negatifnya , kita semua manusia penghuni planet bumi ini sampai ke anak cucu  yang menentukan dan merasakannya .

Rekayasa genetika ( teknologi rekombinan , kloning , transgenik ) sampai saat ini juga  masih menjadi masalah dimana ada pertentangan antar berbagai kalangan  mulai dari individu , kelompok , politikus , negarawan bahkan kalangan rohaniawan .  Masalah utama bukan lagi pada teknologinya tetapi pada penerimaan masyarakat terhadap hasil - hasil rekayasa genetika .  Apalagi masalah kloning manusia yang berhubungan langsung dengan kehidupan di bumi ini .   Seperti poling pendapat yang dilakukan oleh majalah Time dan CNN pada bulan Februari 2001 , dimana hasilnya 90 % menyatakan bahwa kloning manusia merupakan ide yang buruk , bahkan 69 % menjawab bahwa kloning manusia melawan Tuhan .  Sekalipun para ilmuan mengungkapkan bahwa kloning yang dilakukan bertujuan untuk penyembuhan penyakit ( terapeutik ) , seperti keberhasilan perusahaan bioteknologi Advanced Cell Tecnology ( ACT ) Inc . dari Worcester , Massachusetts Amerika Serikat mengembangkan sel tunas ( sel stem ) menjadi sel tertentu untuk menggantikan jaringan tubuh yang terserang penyakit , tetapi tetap masih ada kontroversi antar berbagai kalangan .

Dari berbagai masalah di atas dapat disimpulkan bahwa sekarang ini ada kekhawatiran tentang  kloning manusia karena prosesnya melawan kodrat sebagai manusia ,  yaitu :
1 . Mengasilkan indivdu yang sama , sekalipun generasinya berbeda
2 . Menghasilkan individu " monster " , perusak yang tidak berperasaan
3 . Menghasilkan individu " sesuai pesanan "

Masalah-masalah di atas sedikit - banyaknya  dapat ditangkal dengan menciptakan kode etik / bioetika secara universal yang dapat dipatuhi oleh semua bangsa seperti yang telah dikemukakan dalam Universal Declaration on the Human Genome and Human Rights tahun 1997 .  Akan tetapi , selalu ada masalah dan pertanyaan yang muncul misalnya : Apakah benar proses kloning menghasilkan individu yang sama ? 

Pengertian kloning yaitu gen - gen yang direkombinasi dan di kembangkan .  Kloning berasal dari kata " clone " yang diturunkan dari bahasa Yunani " klon " yang artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman .  Kata ini digunakan dalam dua pengertian klon sel adalah sekelompok sel yang identik sifat - sifat genetiknya , semua berasal dari satu sel . Klon gen atau molekuler adalah sekelompok salinan gen yang bersifat identik yang direplikasi dari satu gen yang dimasukan dalam sel inang .

Proses kloning manusia dapat digambarkan dan dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
- Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai sel tubuh . Sel ini diambil dari manusia yang hendak di kloning .
- Sel stem diambil dari inti sel yang mengandung informasi genetic kemudian dipisahkan dari sel .
- Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan perempuan kemudian intinya dipisahkan .
- Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur .
- Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan . Setelah membelah hari keduanya akan menjadi sel embrio .
- Sel embrio yang terus membelah ( blastosis ) mulai memisahkan diri dan siap dimplantasikan ke dalam rahim .
- Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik yang sama persis dengan sel stam donor . 

Dari pengertian kloning dan prosesnya tersebut dapat menghasilkan individu baru yang mempunyai sifat genetik yang " identik " ( sama ) . Sifat identik inilah yang akan coba kita bahas .



Ruang - Waktu Proses Kloning 

Reaksi -  reaksi kimia = biokimia yang terjadi pada organisme berlangsung dalam batasan yang diberikan oleh ukuran sel dan ruang-ruang di dalamnya , juga oleh sifat - sifat fisik dan kimia yang sejalan dengan kehidupan sel . Terciptanya ruang - ruang pada waktu tertentu di dalam sel karena adanya materi - materi di dalamnya yang saling berinteraksi . Materi-materi itu yang menurut Alexander di atas merupakan hasil penggabungan - pengabungan kejadian - kejadian murni yang membentuk ruang - waktu .  Materi - materi yang dimaksud disini adalah quark , sub atom ( electron , proton , netron ) , atom , unsur - unsur , molekul sederhana , makro molekul seperti DNA dan RNA  yang menjadi penyusun gen - gen yang diwariskan di dalam sel - sel yang berkembang menjadi jaringan - jaringan , dan organ - organ makhluk hidup .

Pada setiap tingkatan materi di atas dalam interaksinya  menghasilkan ruang-waktu dan sebaliknya adanya ruang - waktu karena adanya interaksi materi - materi , dimana menghasilkan sifat - sifat tertentu yang menjadi ciri materi itu .  Apabila kita memandang sifat - sifat itu dalam konsep ruang – waktu menurut Newton , maka sifat - sifat itu bersifat mutlak ( tidak berubah ) sedangkan menurut Einstein , maka kita dapat mengatakan bahwa sifat - sifat itu adalah relatif .

Sifat relatif materi menurut Einstein , sejalan dengan yang diungkapkan dalam Lehninger  yang menyatakan bahwa ke 20 asam amino penyusun protein bukan hanya merupakan 20 unit penyandi , karena setiap asam amino dapat memberikan arti yang berbeda - beda pada protein  , selanjutnya dikatakan bahwa kromosom dan gen bersifat tidak stabil dan bukan merupakan struktur inert , molekul  - molekul ini dapat mengalami mutasi dan kadang - kadang menyebabkan gangguan serius pada fungsi biologi .  Selanjutnya dalam Nosoetion menyatakan bahwa walaupun setiap spesies dipercaya tercipta secara khusus tetapi kenyataan menunjukkan bahwa di dalam spesies terdapat keragaman .

Apabila kita menarik lebih jauh ke belakang atau menguraikan materi menjadi unsur - unsur pembentuknya , kemudian unsur itu menjadi atom - atom dan memperhatikan reaksi kimia yang terjadi maka kita akan temukan berbagai sifat yang berbeda dari materi itu . Sifat yang berbeda disebabkan oleh elektron dalam atom unsur penyebab terjadinya reaksi kimia  berada dalam " orbital " yang membuat struktur atom unsur - unsur unik .  Karena dalam orbital , maka tidak diketahui di bagian mana ( ruang - waktu mana ) reaksi  itu terjadi sehingga ada kemungkinan besar sekalipun unsur - unsur pembentuknya sama , tetapi  dapat menghasilkan materi - materi yang mempunyai sifat yang berbeda . 
Apalagi setelah ditemukan  pasangan - pasangan gen manusia yang berjumlah sekitar 3 milyar dalam The Human Genom Project  yang tentunya dalam interaksinya misalnya dengan proses kloning , yang sekalipun diatur sedemikian rupa akan tetapi pasti menghasilkan individu yang berbeda dengan induknya .  

Keberhasilan Kloning

Bisa dikatakan bahwa hampir semua ajaran Agama  di dunia mengatakan bahwa manusia diciptakan melalui proses pertemuan sel sperma dan telur dan diberi roh / jiwa oleh Tuhan pada hari ke - X setelah masa masuknya sperma ke dalam sel telur . Ajaran mengenai penciptaan manusia yang selanjutnya berhubungan dengan kelahiran manusia di dunia merupakan sentral utama ajaran Agama mengingat hidup dan mati merupakan misteri terbesar manusia sejak manusia pertama kali menghuni bumi . Dari misteri kehidupan ( lahir - mati ) manusia , maka ajaran untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan menjadi pedoman bagi manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan melalui proses pertemuan sel sperma dan sel telur . Semua itu tercatat secara jelas dalam kitab suci .

Salah satu kegiatan yang bertentangan langsung dengan intisari mayoritas ajaran Agama adalah kloning manusia . Kloning merupakan proses membuat  individu baru melalui rekayasa genetika secara aseksual . Selama ini reproduksi aseksual hanya terjadi pada bakteri , serangga , cacing planaria , tanaman . Dengan perkembangan bioteknologi , para ahli genetika menemukan cara reproduksi makhluk tanpa harus melalui proses pertemuan sperma dan sel ovum yakni dengan mereplikasi ( meng - copy ) fragmen DNA yang akan dikloning dari sel suatu makhluk hidup seperti sel rambut , tulang , otot , dll .

Misteri reproduksi makhluk tanpa melalui perkawinan ( aseksual ) mulai menjadi perdebatan sengit ketika Ian Wilmut , Keith Campbell dan tim di Roslin Institute – Skotlandia berhasil mengkloning Domba Dolly pada tahun 1996 .


Sebelumnya manusia telah berhasil mengkloning kecebong ( 1952 ) , Ikan ( 1963 ) , Tikus ( 1986 ) . Keberhasilan kloning Dolly menuai kecaman sebagian besar penduduk dunia baik institusi keagamaan , pemeluk agama , dunia kedokteran institusi riset sejenis hingga pemerintahan tiap negara . Hal ini menyebabkan pengkloningan dilakukan secara sembunyi - sembunyi .

Sejak keberhasilan kloning Domba 1996 , muncullah hasil kloning lain pada Monyet ( 2000 ) , Lembu  " Gaur " ( 2001 ) , Sapi ( 2001 ) ,  Kucing ( 2001 ) dan dikomersialkan pada 2004 , Kuda ( 2003 ) , Anjing , serigala dan kerbau . Selain itu , beberapa lembaga riset telah berhasil mengkloning bagian tubuh manusia seperti tangan . Kloning bagian tubuh manusia dilakukan untuk kebutuhan medis , seperti tangan yang hilang karena kecelakaan dapat dikloning baru begitu juga jika terjadi ginjal yang rusak ( gagal ginal ) . Dan terakhir , ada dua berita pengkloningan manusia yakni  Dokter Italia Kloning Tiga Bayi dan Dr . Zavos Mulai Kloning Manusia . 

Dokter Italia Kloning Tiga Bayi

Severino Antinori , ginekolog terkenal asal Italia mengaku berhasil mengkloning tiga bayi sekaligus . Dokter kontroversial yang pernah membantu wanita menopause berusia 63 tahun untuk melahirkan ini mengungkapkan keberhasilannya dalam majalah mingguan Oggi .
Menurutnya , ketiga bayi ini terdiri dari dua laki - laki dan satu perempuan . Kini mereka telah berusia sembilan tahun . " Saya membantu melahirkan ketiganya dengan teknik kloning manusia . Mereka lahir dalam keadaan sehat dan baik - baik saja hingga sekarang " kata Antinori .

Antinori memang tidak menyediakan bukti atas pernyataannya , namun ia menyebut sel - sel yang berasal dari ketiga ayah bayi itu memungkinkan dikloning . Sel telur si wanita disuburkan dalam laboratorium menggunakan metode yang disebutnya transfer nuklir . " Saya menghargai rahasia keluarga si bayi yang tidak ingin saya membeberkan hal ini lebih lanjut " tegas Antinori .

Ia mengaku , metode itu merupakan pengembangan teknik kloning untuk domba Dolly pada 1996 silam . Saat disinggung larangan kloning di Italia , Antinori hanya mengatakan ia lebih suka berbicara tentang terapi terbaru atau pengodean kembali genetik dibanding soal kloning . Antinori juga mengungkapkan hal kontroversial lainnya . Ia mengumumkan telah membantu membuahi sel telur seorang wanita yang suaminya koma akibat kanker .

Dr . Savoz Mulai Kloning Manusia 

Diam - diam , seorang ilmuwan asal Amerika Serikat Dr Panayiotis Zavos mengkloning manusia . Kepada surat kabar Inggris Independent , Zavos mengaku berhasil mengkloning 14 embrio manusia , 11 di antaranya sudah ditanam di rahim empat orang wanita . Tidak diketahui di mana Zavos mekakukan kloning tersebut karena di Inggris tempat ia tinggal dan sejumlah negara , kloning manusia dilarang . Beberapa kemungkinan muncul tempat di mana Zavos melakukan kloning antara lain di Timur Tengah atau di Amerika Serikat , tepatnya di Kentucky lokasi kliniknya atau Siprus tempat ia lahir .

Tapi empat pasien yang menjadi tempat penanaman sel hasil kloningnya disebutkan , tiga di antaranya wanita sudah menikah dan satu wanita lajang . Keempat wanita itu masing - masing dari Inggris , Amerika Serikat dan sebuah negara di Timur Tengah yang tidak disebutkan .

Namun , sejauh ini hasil kerja Dr Zavos belum membuahkan hasil karena keempat wanita itu belum kunjung hamil meski embrio sudah ditanam di rahim empat wanita tersebut . " Saya memahami kenapa sejauh ini kami belum memperoleh kehamilan dari embrio yang sudah ditanam . Ini karena ada kondisi yang tidak ideal yang membuat itu tidak terjadi " kata Dr Zavos . Ke depannya Zavos berencana berkolaborasi dengan Karl Illmensee yang sudah punya banyak pengalaman dengan proses kloning sejak 1980 - an .

Untuk uji coba berikutnya , Zavos merekrut 10 pasangan muda untuk menjadi obyek uji coba berikutnya . " Banyak pasangan yang berminat untuk mencoba proses kloning ini di rahimnya " ujarnya . Zavos sudah menetapkan biaya untuk setiap orang yang ingin mengkloning . Biaya yang ditetapkan 45.000 dollar AS hingga 75.000 dollar AS atau sekitar Rp 492,3 juta sampai Rp 820,5 juta .

Harian Independent menerbitkan berita itu setelah mendapatkan rekaman video hasil proses kloning yang dilakukan Savoz . Tidak ada keraguan dalam hal tersebut . Bayi hasil kloning akan muncul . Tindakan Dr . Savoz itu tentu mendapat kecaman dari kalangan ilmuan dan dianggap melawan kode etik kedokteran .

Pandangan Agama Mengenai Kloning 
Pandangan Kristen mengenai proses kloning manusia dapat dilihat dalam beberapa prinsip Alkitab . Pertama , umat manusia diciptakan dalam rupa Allah , dan karena itu bersifat unik . Kejadian 1 : 26 - 27 menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam rupa dan gambar Allah dan bersifat unik dibandingan dengan ciptaan - ciptaan lainnya . Jelaslah bahwa itu adalah sesuatu yang perlu dihargai dan tidak diperlakukan seperti komoditas yang dijual atau diperdagangkan . Sebagian orang mempromosikan kloning manusia dengan tujuan untuk menciptakan organ pengganti untuk orang - orang yang membutuhkan pengcangkokan namun tidak dapat menemukan donor yang cocok . Pemikirannya adalah mengambil DNA sendiri dan menciptakan organ duplikat yang terdiri dari DNA itu sendiri akan sangat mengurangi kemungkinan penolakan terhadap organ itu . Walaupun ini mungkin benar , masalahnya melakukan hal yang demikian amat merendahkan kehidupan manusia . Proses kloning menuntut penggunaan embrio manusia dan walaupun sel dapat dihasilkan untuk membuat organ yang baru , untuk mendapatkan DNA yang diperlukan beberapa embrio harus dimatikan . Pada hakikatnya kloning akan " membuang " banyak embrio manusia sebagai " barang sampah " dan meniadakan kesempatan untuk embrio - embrio itu bertumbuh dewasa .
 

Kejadian 2 : 7 mengatakan " Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya , demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup " Inilah gambaran Allah menciptakan jiwa manusia . Jiwa adalah siapa kita , bukan apa yang kita miliki ( 1 Korintus 15 : 45 ) . Pertanyaannya adalah jiwa seperti apa yang akan diciptakan oleh kloning manusia ? Ini bukanlah pertanyaan yang dapat kita jawab saat ini .

Banyak orang percaya bahwa hidup tidak dimulai pada saat pembuahan dengan terbentuknya embrio , dan karena itu embrio bukan betul - betul manusia . Namun Alkitab mengajarkan hal yang berbeda . Mazmur 139 : 13 - 16 mengatakan " Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku , menenun aku dalam kandungan ibuku . Aku bersyukur kepada - Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib , ajaib apa yang Kaubuat , dan jiwaku benar - benar menyadarinya . Tulang - tulangku tidak terlindung bagi - Mu , ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi , dan aku direkam di bagian - bagian bumi yang paling bawah , mata - Mu melihat selagi aku bakal anak , dan dalam kitab - Mu semuanya tertulis hari - hari yang akan dibentuk , sebelum ada satupun dari padanya " Penulisnya Daud , menyatakan bahwa dia dikenal secara pribadi oleh Allah sebelum dia dilahirkan , berarti bahwa pada saat pembuahannya dia adalah manusia dengan masa depan dan Allah mengenal Dia dengan dekat .

Yesaya 49 : 1 - 5 berbicara mengenai Allah memanggil Yesaya untuk melayani sebagai nabi ketika dia masih berada dalam kandungan ibu . Yohanes Pembaptis juga dipenuhi dengan Roh Kudus ketika dia masih berada dalam kandungan ( Lukas 1 : 15 ) . Semua ini menunjuk pada pendirian Alkitab bahwa hidup dimulai pada saat pembuahan . Maka kloning manusia bersama dengan dirusaknya embrio manusia , tidaklah sejalan dengan pandangan Alkitab mengenai hidup manusia .

Manusia diciptakan tentulah ada Sang Penciptanya , dan karena itu manusia tunduk dan bertanggung jawab kepada Sang Pencipta itu . Sekalipun pandangan umum – pandangan psikologi sekuler dan humanistik – mau orang percaya bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada siapapun kecuali dirinya sendiri , dan bahwa manusia adalah otoritas tertinggi , Alkitab mengajarkan hal yang berbeda . Alkitab mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia , dan memberi manusia tanggung jawab atas bumi ini ( Kejadian 1 : 28 - 29 dan Kejadian 9 : 1 - 2 ) . Dengan tanggung jawab ini ada akuntabilitas kepada Allah . Manusia bukan penguasa tertinggi atas dirinya dan karena itu dia tidak dalam posisi untuk membuat keputusan sendiri mengenai nilai hidup manusia  . Ilmu pengetahuan juga bukan otoritas yang menentukan etis tidaknya kloning manusia , aborsi, atau eutanasia . Menurut Alkitab , Allah adalah satu - satuNya yang memiliki hak kedaulatan mutlak atas hidup manusia . Berusaha mengontrol hal - hal tersebut sama saja menempatkan diri pada posisi Allah . Sudah jelas manusia tidak boleh melakukan hal demikian .

Kalau kita melihat manusia semata -  mata sebagai salah satu ciptaan dan bukan sebagai ciptaan yang unik , dan manusia adalah ciptaan yang unik maka tidak sulit untuk melihat manusia tidak lebih dari peralatan yang perlu dirawat dan diperbaiki . Namun kita bukanlah sekedar kumpulan molekul dan unsur - unsur kimia . Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah menciptakan setiap kita dan memiliki rencana khusus untuk kita . Dia menginginkan hubungan pribadi dengan kita , melalui Anak-Nya Yesus Kristus . Walaupun mungkin ada aspek - aspek kloning manusia yang mungkin bermanfaat , umat manusia tidak punya kontrol terhadap arah perkembangan teknologi kloning . Bodoh kalau beranggapan bahwa niat baik akan mengarahkan penggunaan kloning . Manusia tidak dalam posisi untuk menjalankan tanggung jawab atau memberi penilaian yang harus dilakukan untuk mengatur kloning manusia .

Sumber :


http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/03112/ardi_kapahang.html
http://www.gotquestions.org/indonesia/kloning-manusia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar